JANGAN BIARKAN DARAH RAKYAT HILANG TANPA KEADILAN!” — DIANU OMALENG DESAK KAPOLRI DAN PANGLIMA TNI USUT TUNTAS PENEMBAKAN UIAUGIN MILE 69
“JANGAN BIARKAN DARAH RAKYAT HILANG TANPA KEADILAN!” — DIANU OMALENG DESAK KAPOLRI DAN PANGLIMA TNI USUT TUNTAS PENEMBAKAN UIAUGIN MILE 69
TIMIKA, PAPUA TENGAH- Kabarsulselindonesia.web.id Amarah dan tuntutan keadilan terus membesar pasca insiden penembakan warga sipil di kawasan pendulangan Uiaugin (Mile 69), Tembagapura. Tokoh intelektual Amungme, Dianu Omaleng, secara terbuka mendesak Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Tentara Nasional Indonesia untuk tidak menutup mata terhadap tragedi berdarah yang melukai warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.14/05/2026
Dalam pernyataannya, Dianu Omaleng meminta langsung kepada Kapolri dan Panglima TNI agar segera turun tangan mengusut tuntas siapa pelaku di balik aksi penembakan yang disebut terjadi saat penyisiran malam hari di area kerumunan warga pendulang.
“Kami meminta kepada Bapak Kapolri dan Panglima TNI Republik Indonesia agar segera mengusut tuntas kasus penembakan di Uiaugin Mile 69. Pelaku harus diungkap secara terbuka kepada publik dan diproses hukum seadil-adilnya,” tegas Dianu Omaleng.
Menurutnya, penyelesaian kasus ini bukan sekadar soal prosedur hukum, tetapi menyangkut marwah institusi keamanan negara di mata rakyat Papua.
Ia menilai, apabila kasus tersebut dibiarkan mengendap tanpa kejelasan, maka luka sosial di tengah masyarakat akan semakin dalam dan kepercayaan publik terhadap aparat keamanan bisa runtuh.
“Jangan sampai rakyat menilai hukum hanya tajam ke bawah tetapi tumpul terhadap oknum bersenjata. Negara harus hadir memberi kepastian hukum tanpa pandang bulu,” ujarnya.
Dianu juga mengingatkan bahwa situasi keamanan di Papua membutuhkan pendekatan yang menjunjung kemanusiaan dan transparansi, bukan tindakan represif yang justru memicu trauma baru bagi masyarakat sipil.
Ia menegaskan, keterbukaan dalam penanganan kasus penembakan ini menjadi ujian serius bagi profesionalisme aparat keamanan di Tanah Papua.
“Kalau kasus ini dibiarkan kabur tanpa pelaku dan tanpa proses hukum yang jelas, maka kepercayaan rakyat terhadap aparat akan hancur perlahan. Ini berbahaya bagi hubungan masyarakat dan negara,” tambahnya.
Desakan kini juga mengarah agar Mabes Polri, Mabes TNI, dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia segera membentuk tim investigasi independen guna mengusut fakta-fakta di lapangan secara objektif dan terbuka.
Masyarakat adat Amungme berharap tragedi di Uiaugin Mile 69 tidak berakhir sebagai deretan kasus kekerasan yang hilang tanpa pertanggungjawaban hukum, sementara korban dan keluarga terus menanggung trauma dalam diam.
Dianu Omaleng.
(*****)

























Komentar via Facebook