JELANG MPP XXXVII AMGPM 2026, BUPATI THAHER HANUBUN TURUN LANGSUNG CEK JALAN OHOIRA — INFRASTRUKTUR DITUNTUT TEPAT MUTU, TEPAT MANFAAT
JELANG MPP XXXVII AMGPM 2026, BUPATI THAHER HANUBUN TURUN LANGSUNG CEK JALAN OHOIRA — INFRASTRUKTUR DITUNTUT TEPAT MUTU, TEPAT MANFAAT
OHOIRA, MALUKU TENGGARA Kabarsulselindonesia.web.id — Persiapan pelaksanaan Musyawarah Pimpinan Paripurna (MPP) XXXVII Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Tahun 2026 di Ohoi Ohoira, Kecamatan Kei Kecil Barat, mulai mendapat perhatian serius Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara.3/10/26
Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, didampingi jajaran Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Maluku Tenggara serta Marco Go, Direktur Evav Bangun Mandiri selaku pihak kontraktor, turun langsung meninjau kondisi jalan dan sejumlah lokasi yang dipersiapkan untuk mendukung pelaksanaan agenda besar kepemudaan gereja tersebut.
Peninjauan lapangan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan akses menuju Ohoi Ohoira, terutama berkaitan dengan rencana pekerjaan pengaspalan hotmix yang diharapkan mampu menunjang mobilitas peserta, panitia, masyarakat, dan tamu undangan selama pelaksanaan MPP XXXVII AMGPM.
Bukan Sekadar Menyambut Tamu, Jalan Harus Tinggalkan Manfaat bagi Masyarakat
Persiapan infrastruktur menuju pelaksanaan MPP XXXVII AMGPM tidak semestinya hanya dipandang sebagai kebutuhan sementara untuk menyambut sebuah kegiatan organisasi.
Pekerjaan jalan harus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Ohoi Ohoira dan wilayah sekitarnya.
Karena itu, perhatian terhadap kualitas pekerjaan menjadi hal yang tidak kalah penting dari percepatan pelaksanaannya. Jalan yang dibangun dengan anggaran publik harus memenuhi standar teknis, memiliki kualitas pekerjaan yang dapat dipertanggungjawabkan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Momentum MPP XXXVII AMGPM di Ohoira diharapkan dapat menjadi titik temu antara dukungan terhadap kegiatan kepemudaan, pelayanan gereja, dan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.
Dukungan Pemerintah Harus Berjalan Sesuai Aturan
Dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan masyarakat dan organisasi keagamaan pada prinsipnya perlu ditempatkan dalam koridor kewenangan, perencanaan pembangunan, penganggaran, serta ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Pelaksanaan pembangunan yang menggunakan keuangan daerah harus mengacu pada ketentuan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, ketentuan pengelolaan keuangan daerah dalam PP Nomor 12 Tahun 2019, serta regulasi pengadaan barang/jasa pemerintah sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir melalui Perpres Nomor 46 Tahun 2025.
Artinya, dukungan pembangunan bukan hanya berbicara mengenai seberapa cepat sebuah pekerjaan diselesaikan, tetapi juga harus memastikan aspek perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, mutu pekerjaan, pengawasan, hingga pertanggungjawaban berjalan sesuai ketentuan.
Prinsip transparansi dan akuntabilitas menjadi penting agar setiap rupiah uang rakyat yang digunakan benar-benar menghasilkan infrastruktur yang berkualitas.
Bupati Turun Lapangan, Pengawasan Jangan Berhenti di Lokasi
Kehadiran langsung Bupati Thaher Hanubun di Ohoira menunjukkan perhatian pemerintah daerah terhadap kesiapan wilayah yang menjadi lokasi pelaksanaan MPP XXXVII AMGPM.
Namun, perhatian tersebut idealnya tidak berhenti pada peninjauan lapangan.
Pengawasan harus terus dilakukan sejak pekerjaan dimulai hingga selesai. Spesifikasi teknis, volume pekerjaan, kualitas material, ketepatan waktu, serta hasil akhir pekerjaan harus menjadi bagian dari pengawasan pemerintah dan pihak-pihak yang berwenang.
Terlebih, pekerjaan infrastruktur yang menggunakan anggaran pemerintah memiliki konsekuensi hukum dan administratif apabila dalam pelaksanaannya ditemukan penyimpangan.
MPP XXXVII AMGPM Diharapkan Jadi Momentum Persaudaraan
Di sisi lain, pelaksanaan MPP XXXVII AMGPM Tahun 2026 di Ohoi Ohoira diharapkan tidak sekadar menjadi agenda organisasi, tetapi menjadi momentum memperkuat persaudaraan, kepemimpinan, pelayanan, serta peran strategis generasi muda gereja dalam pembangunan daerah.
AMGPM sebagai wadah kepemudaan gereja memiliki posisi penting dalam membangun karakter generasi muda sekaligus mendorong keterlibatan pemuda dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.
Ohoi Ohoira kini bersiap menyambut kedatangan peserta dari berbagai wilayah pelayanan AMGPM.
Dengan dukungan pemerintah daerah, panitia, gereja, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan, persiapan MPP XXXVII AMGPM diharapkan berjalan dengan baik.
Dari Ohoira, pembangunan infrastruktur diharapkan bukan hanya menjadi jalan menuju lokasi kegiatan, tetapi juga menjadi jalan menuju manfaat yang lebih panjang bagi masyarakat.
Editor: Bruce Elang

























Komentar via Facebook