Keselamatan Pelayaran Harga Mati, Budaya “Safety First” Harus Menjadi Komitmen Bersama

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 17 Juni 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Keselamatan Pelayaran Harga Mati, Budaya “Safety First” Harus Menjadi Komitmen Bersama

Keselamatan Pelayaran Harga Mati, Budaya “Safety First” Harus Menjadi Komitmen Bersama

Tual Kabarsulselindonesia.web.id — Keselamatan pelayaran tidak boleh lagi dipandang sebagai sekadar aturan administratif atau slogan yang terpampang di pelabuhan dan kapal. Lebih dari itu, keselamatan harus menjadi budaya kerja dan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan di sektor maritim.17/06/2026

Pesan tersebut mengemuka disampaikan Hamdi Abduh, Kepala UPP Kelas II Tual dalam kegiatan Sosialisasi Kampanye Keselamatan Pelayaran Tahun 2026 di Hotel Vilia Langgur yang mengusung tema “Membangun Budaya Keselamatan Pelayaran untuk Mewujudkan Transportasi Laut yang Aman, Tertib, dan Berkelanjutan di Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual.”

Kegiatan tersebut dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, instansi kemaritiman, perusahaan pelayaran, pelaku usaha transportasi laut, pemilik kapal, nakhoda, awak kapal, serta para pengguna jasa transportasi laut.

Dalam sambutanya Kepala UPP Kelas II Tual Hamdi Abduh, mengatakan bahwa laut merupakan urat nadi perekonomian dan sarana utama konektivitas masyarakat kepulauan. Namun, aktivitas pelayaran juga memiliki tingkat risiko yang tinggi akibat faktor cuaca ekstrem, kondisi kapal yang tidak memenuhi standar kelaiklautan, hingga faktor kelalaian manusia (human error).

Oleh karena itu, budaya “Safety First” harus benar-benar diterapkan dalam setiap aktivitas pelayaran, mulai dari memastikan kelengkapan alat keselamatan seperti jaket pelampung, rakit penolong, alat pemadam kebakaran, hingga kepatuhan terhadap kapasitas muatan dan prosedur operasional kapal.

Melalui sosialisasi tersebut, para peserta diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan pelayaran, memperkuat kepatuhan terhadap regulasi, serta meningkatkan kemampuan dalam melakukan langkah mitigasi dan penanganan keadaan darurat di laut.

Pemerintah sebagai regulator, pemilik kapal sebagai penyedia sarana, nakhoda dan awak kapal sebagai pelaksana operasional, serta masyarakat sebagai pengguna jasa transportasi memiliki peran yang sama penting dalam menciptakan sistem transportasi laut yang aman dan nyaman.

Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi seluruh pihak dalam membangun ekosistem pelayaran yang lebih tertib, profesional, dan berkelanjutan, khususnya di wilayah Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual.

Dengan semangat kolaborasi, keselamatan pelayaran diharapkan tidak hanya menjadi sebuah imbauan, tetapi menjadi budaya yang melekat dalam setiap perjalanan di lautan demi melindungi nyawa dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap transportasi laut.

“Keselamatan bukan pilihan, tetapi kewajiban dan harga mati bagi seluruh insan maritim.”

Editor : Bruce Elang