KM Hendra Jaya Mati Mesin di Perairan Aru, 47 Penumpang Terombang-ambing — Tim SAR Bergerak

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 25 September 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

KM Hendra Jaya Mati Mesin di Perairan Aru, 47 Penumpang Terombang-ambing — Tim SAR Bergerak

Kabarsulsel-Indonesia.web.id.  AMBON / DOBO — Kapal Motor Hendra Jaya yang membawa 47 penumpang rute Kampung Apara menuju Kota Dobo mengalami mati mesin dan terjebak di perairan Lao-Lao, Kabupaten Kepulauan Aru, Jumat (25/9/2026). Kapal saat ini sedang terombang-ambing di tengah laut dan telah meminta bantuan pencarian dan pertolongan.

Kronologi: Kapal Mogok Sejak Dini Hari

Berdasarkan laporan resmi Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Ambon, informasi diterima dari Bapak Bryan (Polairud Kepulauan Aru) pada pukul 09.15 WIT, Jumat pagi. Kapal sebenarnya mengalami kerusakan mesin sejak Kamis, 24 September 2026, pukul 03.00 WIT, namun laporan baru diterima pagi ini.

Kapal kini berada di posisi 5°53'17.58"S, 134°15'29.99"E, perairan Lao-Lao, sekitar 8 mil laut arah selatan dari Pelabuhan Dobo.

Tim SAR Gabungan Segera Berangkat

Tak menunggu lama, Tim SAR Gabungan bergerak menuju lokasi kejadian pada pukul 09.25 WIT, dengan estimasi tiba di lokasi pada pukul 09.55 WIT.

Unsur yang terlibat dalam operasi penyelamatan:

- Tim Rescue Unit Siaga SAR Kepulauan Aru — 5 Personel

- Masyarakat — 6 Orang

- Alat bantu: 3 Unit Longboat dan peralatan PALSAR pendukung

Kondisi Cuaca & Laut

- Cuaca: Cerah Berawan

- Angin: Tenggara, 13–20 Knots

- Tinggi Gelombang: 0,5 – 1,25 Meter (rendah)

Kondisi cuaca dan gelombang dinilai mendukung pelaksanaan evakuasi. Belum ada laporan mengenai korban luka-luka, seluruh 47 orang di atas kapal selamat namun dalam keadaan terjebak.

Pemantauan Terus Berjalan

Basarnas Ambon menyatakan pemantauan terus dilakukan. Laporan perkembangan operasi penyelamatan akan disusul segera setelah tim tiba di lokasi dan melakukan evakuasi.

"Demikian disampaikan, laporan lengkap menyusul," tertulis dalam rilis awal Basarnas.

(M,N)