KNPI dan Polres Maluku Tenggara Fasilitasi Mediasi, Pemuda Watdek–Ohoijang Diajak Akhiri Konflik dan Perkuat Persaudaraan

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 23 Oktober 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

KNPI dan Polres Maluku Tenggara Fasilitasi Mediasi, Pemuda Watdek–Ohoijang Diajak Akhiri Konflik dan Perkuat Persaudaraan

Maluku Tenggara Kabarsulselindonesia.web.id. Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Maluku Tenggara, Kace E. Ubro, mengambil langkah nyata untuk mendorong perdamaian di tengah konflik yang melibatkan pihak-pihak dari Watdek dan Ohoijang. Bersama Polres Maluku Tenggara dan sejumlah perwakilan pemuda, upaya mediasi dilakukan sebagai jalan untuk meredakan ketegangan yang telah berlangsung selama kurang lebih tiga hari terakhir.23/10/2026

Mediasi tersebut menjadi langkah penting untuk membuka ruang dialog, membangun kembali komunikasi, serta mendorong penyelesaian persoalan secara damai demi memulihkan hubungan persaudaraan dan menjaga situasi keamanan serta ketertiban masyarakat di Kabupaten Maluku Tenggara.

Dalam proses tersebut, Kapolres Maluku Tenggara diwakili oleh Kasat Binmas. Hadir pula Ketua Pemuda Langgur, perwakilan pemuda Watdek, Sekretaris Ohoi Ohoijang, Ketua Pemuda Ohoijang, serta perwakilan pemuda lainnya.

Keterlibatan berbagai unsur ini menunjukkan bahwa penyelesaian konflik membutuhkan komunikasi dan kerja sama semua pihak. Pendekatan dialogis dan kekeluargaan diharapkan menjadi jalan untuk mencegah persoalan berkembang lebih luas dan menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat.

Kace E. Ubro: Pemuda Harus Menjadi Perekat, Bukan Pemicu Perpecahan

Ketua DPD KNPI Maluku Tenggara, Kace E. Ubro, menegaskan bahwa perdamaian dan persatuan harus menjadi prioritas bersama, terutama bagi generasi muda yang memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sosial di daerah.

Menurutnya, perbedaan dan persoalan yang terjadi di tengah masyarakat tidak boleh menjadi alasan untuk merusak hubungan persaudaraan. Pemuda justru harus tampil sebagai bagian dari solusi dengan mengedepankan sikap dewasa, komunikasi yang terbuka, dan semangat kebersamaan.

“Sebagai pemuda, kita harus tetap solid dan hidup damai. Jangan sampai perbedaan dan persoalan yang terjadi justru memecah persaudaraan di antara kita. Kita harus saling mendukung, menjaga kebersamaan, dan membangun solidaritas antarpemuda serta seluruh pemangku kepentingan di daerah ini,” tegas Kace.

Ia menilai, konflik yang berkepanjangan bukan hanya berpotensi mengganggu keamanan, tetapi juga dapat merusak hubungan sosial dan menghambat upaya bersama dalam membangun Maluku Tenggara.

Karena itu, setiap persoalan hendaknya diselesaikan melalui dialog, komunikasi, dan pendekatan kekeluargaan, bukan melalui tindakan yang berpotensi memperpanjang pertikaian.

Apresiasi Peran Polres dan Keterlibatan Pemuda

Kace juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Maluku Tenggara, melalui Kasat Binmas, serta seluruh unsur pemuda dan perwakilan masyarakat yang telah mengambil bagian dalam upaya mediasi tersebut.

Menurutnya, keterlibatan aparat kepolisian bersama tokoh dan perwakilan pemuda merupakan bentuk sinergi yang penting dalam menciptakan situasi daerah yang aman dan kondusif.

Ia berharap komunikasi yang telah dibangun melalui mediasi tersebut dapat terus dipelihara sehingga setiap persoalan yang muncul dapat ditangani secara bijaksana, tanpa menimbulkan konflik lanjutan.

“Kemajuan Maluku Tenggara ada di tangan kita bersama. Kita tidak bisa membangun daerah ini apabila terus terjebak dalam pertikaian. Sudah saatnya kita bergandengan tangan, memperkuat persaudaraan, dan memberikan contoh yang baik bagi generasi berikutnya,” lanjutnya.

KNPI Bukan Sekadar Papan Nama

Lebih jauh, Kace menegaskan bahwa KNPI tidak boleh hanya dipandang sebagai organisasi yang sebatas memiliki nama dan struktur kepengurusan. KNPI harus hadir di tengah masyarakat, merangkul seluruh elemen pemuda, serta berperan aktif dalam menjawab persoalan sosial yang terjadi di daerah.

Baginya, keberadaan KNPI harus diwujudkan melalui kerja nyata, kepedulian, dan kemampuan membangun komunikasi lintas kelompok. Organisasi kepemudaan tersebut harus menjadi ruang bersama yang mempertemukan berbagai aspirasi dan mendorong lahirnya solusi bagi kepentingan masyarakat.

“KNPI bukan hanya papan nama. KNPI adalah wadah untuk merangkul semua pemuda yang ada di Kabupaten Maluku Tenggara, tanpa membiarkan perbedaan menjadi alasan untuk saling menjauh. Pemuda harus menjadi kekuatan pemersatu dan pelopor perdamaian di daerah ini,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh pemuda Watdek, Ohoijang, Langgur, dan wilayah lainnya di Maluku Tenggara agar mengedepankan kepentingan bersama di atas kepentingan kelompok serta tidak mudah terpengaruh oleh provokasi yang dapat memperkeruh keadaan.

Harapan Perdamaian Berkelanjutan

DPD KNPI Maluku Tenggara berharap mediasi ini menjadi awal yang baik bagi terciptanya perdamaian yang berkelanjutan. Seluruh pihak diharapkan menahan diri, menghindari tindakan provokatif, serta menghormati proses penyelesaian persoalan melalui komunikasi dan jalur yang damai.

Upaya menjaga keamanan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab aparat, melainkan membutuhkan kesadaran dan partisipasi seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda.

Perdamaian yang terbangun harus dijaga melalui komitmen bersama, komunikasi yang berkesinambungan, dan kemauan untuk menyelesaikan setiap perbedaan secara dewasa.

Pada akhirnya, Watdek, Ohoijang, dan seluruh masyarakat Maluku Tenggara merupakan bagian dari satu ikatan persaudaraan yang harus dijaga bersama. Tidak ada kepentingan yang lebih besar daripada keselamatan masyarakat, keharmonisan sosial, dan masa depan generasi muda Kei.

KNPI Maluku Tenggara mengajak seluruh elemen pemuda untuk kembali memperkuat solidaritas, menjaga persaudaraan, serta mengambil bagian dalam menciptakan daerah yang aman, damai, dan semakin maju.

**Persatuan adalah kekuatan. Perdamaian adalah tanggung jawab bersama. Pemuda harus hadir sebagai solusi, bukan menjadi bagian dari perpecahan.**

Editor: Bruce Elang