Mesin Laut Mati, 5 Nelayan Terseret Arus hingga Romang — Tujuh Hari Kemudian Berhasil Diselamatkan
Mesin Laut Mati, 5 Nelayan Terseret Arus hingga Romang — Tujuh Hari Kemudian Berhasil Diselamatkan
MALUKU BARAT DAYA Kabarsulselindonesia.web.id — Lima nelayan yang sempat kehilangan kendali setelah motor laut mengalami kerusakan mesin akhirnya ditemukan selamat di sekitar perairan Pulau Maupora, Kecamatan Kepulauan Romang, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Rabu malam (2/9/2026)
Kelima nelayan tersebut sebelumnya berangkat dari perairan Pulau Seira, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, pada 21 Agustus 2026 untuk mencari telur ikan. Memasuki hari kelima, mesin mengalami gangguan. Kondisi cuaca dan arus kemudian membuat mereka terbawa hingga memasuki perairan MBD.
Setelah beberapa hari tanpa komunikasi, para nelayan akhirnya memperoleh jaringan pada Rabu sore dan meminta bantuan. Informasi tersebut diteruskan ke Pospol Pulau Romang.
Personel Polairud Polres MBD sebelumnya juga telah melakukan pencarian menggunakan kapal patroli. Setelah mendapat informasi mengenai posisi terakhir para nelayan, personel Pospol Pulau Romang bersama masyarakat nelayan kembali bergerak melakukan pertolongan.
Sekitar pukul 21.40 WIT, kelima nelayan berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Motor laut KM Harapan Setia yang mengalami kerusakan kemudian ditarik menuju lokasi yang lebih aman.
Lima nelayan tersebut yakni Ahmad Yakin Afandy (51), Samsul Bahri (42), Muhammad Sanudin (53), Herianto (39), dan Simon Numbery (47).
Kasat Polairud Polres MBD IPDA Oktovianus Damaryanan mengapresiasi keterlibatan masyarakat nelayan dalam proses pencarian. Menurutnya, koordinasi cepat antara aparat dan masyarakat sangat penting dalam menghadapi keadaan darurat di laut.
Kapolres MBD AKBP Budhi Suriawardhana, S.I.K., juga mengingatkan para nelayan agar tidak mengabaikan keselamatan, termasuk memeriksa kondisi mesin, bahan bakar, perlengkapan keselamatan, komunikasi dan kondisi cuaca sebelum melaut.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa laut bukan hanya sumber kehidupan, tetapi juga memiliki risiko besar. Kesiapan sebelum berangkat dan kecepatan meminta pertolongan dapat menjadi penentu keselamatan ketika keadaan darurat terjadi.
Penulis: E.M
Editor: Bruce Elang

























Komentar via Facebook