PLN UP3 Ambon: Hor Kristen–Hor Muslim Dan Wael Malra Sudah Menyala, Wansar–Waimite Segera Menyusul
AMBON,Kabarsulsel-Indonesia.web.id. Manajer PLN UP3 Ambon, Ramli Malawat, memberikan keterangan pers usai menghadiri Rapat Paripurna bersama Komisi I dan Komis II DPRD Provinsi Maluku di Ruang Paripurna Balai Rakyat Karang Panjang, Senin (21/9/2026). Dalam kesempatan itu, Ramli memaparkan progres elektrifikasi desa-desa terpencil serta penjelasan terkait kerja sama dengan pihak Telkomsel untuk penyediaan listrik di lokasi menara telekomunikasi.
Ramli mengonfirmasi, Desa Hor Kristen dan Hor Muslim yang masuk wilayah kerja UP3 Tual namun dalam pengawasan operasional (BKO) UP3 Ambon, serta wilayah Wael Malra, kini sudah dialiri listrik.
"Lampu di Wael Malra sudah menyala 24 jam. Hor Kristen dan Hor Muslim juga sudah menyala. Data jumlah desa yang belum dialiri listrik di Malra sedang di-update oleh wilayah. Sementara untuk wilayah Ambon, seluruh pelanggan yang sebelumnya mendapat pasokan 12 jam kini sudah menikmati listrik 24 jam."
Ia juga melaporkan capaian tahun-tahun sebelumnya dan target 2026:
-2025: 7 desa di Leksula sudah dialiri listrik.
-2026: Desa Wansar (Markas Komando) pembangunan jaringan telah selesai, tinggal menunggu persetujuan pusat untuk penyalaan.
-Waimite, Leksula: Siap menyusul, diharapkan menyala dalam periode 2026.
Merespons keluhan pihak Telkomsel terkait ketersediaan listrik di lokasi menara pemancar, Ramli menjelaskan adanya perbedaan prioritas dan perencanaan.
"Telkomsel menuntut titik-titik menara harus segera dialiri listrik. Padahal banyak titik yang berada jauh di dalam hutan, di luar jaringan eksisting PLN. Membangun jaringan ke sana membutuhkan biaya dan material sangat besar padahal daya yang dibutuhkan hanya 10.500 VA. Sementara itu, kami masih banyak desa dan dusun yang belum menikmati listrik sama sekali, yang menjadi prioritas utama."
Ramli menegaskan, PLN tetap berkomitmen bekerja sama, namun perencanaan harus dilakukan bersama sejak awal, bukan datang menuntut di saat mendesak.
"Sudah disepakati, kita akan duduk bersama menyusun peta titik koordinat. Jika titik menara dekat jaringan yang sudah ada, tentu langsung disambung. Tapi jika berada jauh di dalam hutan dan butuh investasi besar, itu menjadi prioritas belakangan — karena tugas utama PLN adalah menyalakan listrik untuk masyarakat desa, bukan hanya untuk menara telekomunikasi."
Jalan Tengah: Jika Telkomsel Siap Sediakan Material, PLN Bantu Pemasangan
Solusi yang disepakati:
"Jika Telkomsel ingin mempercepat penyalaan di lokasi tertentu, mereka bisa menyediakan material yang dibutuhkan. PLN siap membantu pemasangannya. Namun prioritas anggaran dan material tetap diutamakan untuk desa-desa yang belum teraliri listrik."
Ramli juga menyoroti wilayah Namrole yang masuk kategori daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal), di mana banyak titik menara berada di lokasi yang sulit dijangkau.
"Membangun jaringan listrik itu tidak gampang. Ada tahapan perencanaan, pengusulan, dan penganggaran. Kami tidak bisa langsung mengikuti semua titik yang diminta pihak lain jika itu menggeser prioritas rakyat yang belum punya listrik sama sekali."
Di akhir keterangannya, Ramli menegaskan bahwa fokus utama PLN UP3 Ambon tetap pada target elektrifikasi desa-desa di wilayah kerjanya, termasuk wilayah 3T dan daerah terpencil di Maluku.
"Kami berkomitmen listrik harus sampai ke setiap desa, dusun, dan rumah tangga. Kerja sama dengan pihak lain tetap berjalan, namun tidak boleh mengorbankan kepentingan utama masyarakat yang belum pernah merasakan aliran listrik."
(M.N)

























Komentar via Facebook