Saat Rumah Ibadah Butuh Uluran Tangan, Pemuda Muslim dan PMII Mimika Bergerak: “Tong Jaga Timika Bukan Sekadar Slogan”

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 29 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Saat Rumah Ibadah Butuh Uluran Tangan, Pemuda Muslim dan PMII Mimika Bergerak: “Tong Jaga Timika Bukan Sekadar Slogan”

Saat Rumah Ibadah Butuh Uluran Tangan, Pemuda Muslim dan PMII Mimika Bergerak: “Tong Jaga Timika Bukan Sekadar Slogan”

MIMIKA Kabarsulselindonesia.web.id — Di tengah situasi bangsa yang kerap diwarnai isu perpecahan dan intoleransi, Pemuda Muslim Mimika bersama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Mimika justru menunjukkan wajah lain persaudaraan di tanah Papua.29/05/2026

Mereka membuka aksi kemanusiaan dan penggalangan donasi untuk membantu perbaikan Gereja Katolik STASI St. Fransiskus Xaverius Poumako sebagai bentuk solidaritas lintas agama yang menyentuh hati masyarakat.

Gerakan tersebut bukan sekadar aksi sosial biasa, tetapi menjadi pesan kuat bahwa perbedaan keyakinan tidak pernah menjadi penghalang untuk saling membantu dan menjaga satu sama lain.

Dengan membawa semangat “Bersatu dalam Perbedaan” dan “Bersaudara demi Kemanusiaan”, Pemuda Muslim dan PMII Mimika mengajak seluruh elemen masyarakat ikut terlibat membantu perbaikan gereja yang menjadi tempat ibadah umat Katolik di Poumako itu.

“Kami membuka donasi sebagai bentuk aksi kemanusiaan. Ini bukan soal agama siapa yang dibantu, tetapi soal kemanusiaan dan persaudaraan yang harus tetap hidup di Mimika,” demikian semangat yang disampaikan dalam gerakan tersebut.

Langkah tersebut langsung mendapat perhatian luas karena dinilai menjadi contoh nyata toleransi yang tidak berhenti pada seremoni dan pidato, tetapi hadir dalam tindakan konkret di tengah masyarakat.

Di saat sebagian orang sibuk mempertajam perbedaan, para pemuda di Mimika justru memilih merawat persaudaraan.

Mereka menegaskan bahwa Mimika dibangun di atas keberagaman suku, budaya, dan agama, sehingga menjaga toleransi adalah tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.

“Tong Jaga Timika” bukan hanya slogan, tetapi seruan moral agar masyarakat tetap menjaga kedamaian, kebersamaan, dan rasa saling memiliki di tengah berbagai tantangan sosial yang terus berkembang.

Aksi solidaritas lintas agama tersebut pun diapresiasi sebagai contoh bahwa nilai kemanusiaan jauh lebih besar daripada sekat-sekat perbedaan.

Di tanah yang kaya akan keberagaman ini, Pemuda Muslim dan PMII Mimika menunjukkan bahwa membantu rumah ibadah saudara yang membutuhkan bukanlah ancaman bagi keyakinan, melainkan bukti kuat bahwa persaudaraan masih hidup dan tumbuh di Mimika.

(Redaksi Kabarsulsel)